Produk
pariwisata
Produk
pariwisata merupakan suatu bentukan yang nyata (tangible) dan tidak nyata
(intangible), dikemas dalam suatu kesatuan rangkaian perjalanan yang hanya
dapat dinikmati, apabila seluruh rangkaian perjalanan tersebut dapat memberikan
pengalaman yang baik bagi orang yang melakukan perjalanan atau menggunakan
produk tersebut.
Memahami
produk pariwisata secara mendalam dapat dilakukan dengan terlebih dahulu
memehami ciri-ciri produk pariwisata, antara lain:
1.
Tidak dapat dipindahkan
2.
Tidak memerlukan perantara (middlemen) untuk
mencapai kepuasan
3.
Tidak dapat ditimbun atau disimpan
4.
Sangat dipengaruhi oleh faktor non ekonomis
5.
Tidak dapat dicoba atau dicicipi
6.
Sangat tergantung pada faktor manusia
7.
Memiliki tingkat resiko yang tinggi dalam hal
investasi
8.
tidak memiliki standart atau ukuran yang
objektif dalam menilai tingkat mutu produk.
B.
Pengertian
agrowisata
Agritourism didefinisakan
sebagai perpaduan antara pariwisata dan pertanian dimana pengunjung dapat
mengunjungi kebun, peternakan atau kilang anggur untuk membeli produk,
menikmati pertunjukan, mengambil bagian aktivitas, makan suatu makanan atau
melewatkan malam bersama di suatu areal perkebunan atau taman
Di Indonesia, Agrowisata atau Agroturisme didefinisikan sebagai sebuah bentuk kegiatan pariwisata yang memanfaatkan usaha agro (agribisnis) sebagai objek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian. Agrowisata merupakan bagian dari objek wisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai objek wisata. Dalam penjabarannya agrowisata dapat dibagi menjadi beberapa jenis , seperti:
Di Indonesia, Agrowisata atau Agroturisme didefinisikan sebagai sebuah bentuk kegiatan pariwisata yang memanfaatkan usaha agro (agribisnis) sebagai objek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian. Agrowisata merupakan bagian dari objek wisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai objek wisata. Dalam penjabarannya agrowisata dapat dibagi menjadi beberapa jenis , seperti:
·
Agrowisata Perkebunan
Kegiatan wisata dalam kelompok ini dapat
dilakukan dalam bentuk kegiatan pra produksi (pembibitan), pemeliharaan dan
pasca produksi (pengelolaan dan pemasaran) Agrowisata perkebunan unsur-unsur
yang harus diperhatikan adalah budidaya tanaman perkebunan, penataan kebun dan
ketersediaan fasilitas penunjangnya. Sedangkan salah satu contoh kawasan
agrowisata di Indonesia yang sudah terbentuk adalah di Kusuma Agrowisata Batu,
Jawa Timur.
·
Agrowisata hultikultura
Kegiatan wisata ini adalah suatu
kegiatan wisata di daerah pertanian tanaman hortikultura dan tanaman hias yang
dapat juga dapat berupa paket kunjangan ke kebun buah-buahan dan kebun
bunga.
·
Agrowisata tanaman pangan
Pertanian tanaman pangan terdiri dari pertanian
pangan di lahan basah dan di lahan kering. Komoditas yang dihasilkan di lahan
basah adalah padi, sedangkan di lahan kering dataran rendah komoditasnya adalah
jagung, kedelai dan kacang tanah, serta di dataran tinggi biasanya komoditas
yang dihasilkan adalah sayuran seperti kol, lobak, daun bawang dan wortel.
·
Agrowisata perikanan
Para wisatawan dapat menyaksikan budi
daya ikan dan melakukan kegiatan menangkap ikan seperti memancing dan
menjaring. Pengusahaan perikanan meliputi perikanan budidaya dan perikanan
penangkapan. Perikanan budidaya terdiri dari kolam air tenang, kolam air deras,
sawah (minapadi), jaring terapung, keramba, kolam pembenihan dan tambak.
Perikanan penangkapan terdiri dari penangkapan ikan di perairan umum (rawa, danau, sungai) dan perairan laut.
Perikanan penangkapan terdiri dari penangkapan ikan di perairan umum (rawa, danau, sungai) dan perairan laut.
·
Agrowisata perternakan
Usaha peternakan yang dilakukan dapat
berupa ternak besar seperti sapi (potong dan perah), kerbau dan kuda serta
ternak kecil seperti kambing, domba, babi, ayam (ras, petelor, ras pedaging,
buras) dan itik.
Agrowisata jenis ini lebih banyak tercakup dalam farm-tourism yang antara lain meliputi aktivitas berburu binatang, berkuda dan suguhan pemandangan kehidupan liar alami . Sebagai contoh wisata ternak yang terdapat di kaki Gunung Tangkuban Perahu bernama ”little farmer”
Agrowisata jenis ini lebih banyak tercakup dalam farm-tourism yang antara lain meliputi aktivitas berburu binatang, berkuda dan suguhan pemandangan kehidupan liar alami . Sebagai contoh wisata ternak yang terdapat di kaki Gunung Tangkuban Perahu bernama ”little farmer”
C. Agrowisata yang kami pilih
·
Asal mula kopi luwak terkait erat dengan sejarah
pembudidayaan tanaman kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-18, Belanda membuka
perkebunan tanaman komersial di koloninya di Hindia Belanda terutama di pulau Jawa dan Sumatra. Salah satunya
adalah perkebunan kopi arabika dengan bibit yang didatangkan dari Yaman. Pada era "Tanam
Paksa" atau Cultuurstelsel (1830—1870), Belanda melarang pekerja perkebunan
pribumi memetik buah kopi untuk konsumsi pribadi, akan tetapi penduduk lokal
ingin mencoba minuman kopi yang terkenal itu. Kemudian pekerja perkebunan
akhirnya menemukan bahwa ada sejenis musang yang gemar memakan buah kopi,
tetapi hanya daging buahnya yang tercerna, kulit ari dan biji kopinya masih
utuh dan tidak tercerna. Biji kopi dalam kotoran luwak ini kemudian dipunguti,
dicuci, disangrai, ditumbuk, kemudian diseduh dengan air panas, maka
terciptalah kopi luwak.[1] Kabar mengenai kenikmatan kopi aromatik ini
akhirnya tercium oleh warga Belanda pemilik perkebunan, maka kemudian kopi ini
menjadi kegemaran orang kaya Belanda. Karena kelangkaannya serta proses
pembuatannya yang tidak lazim, kopi luwak pun adalah kopi yang mahal sejak
zaman kolonial.yang
manarik
b.
Cara
pengelolaan
·
Persiapan
pemberian pakan Biji Kopi Merah
·
Pemberian
pakan
·
Pemanen
kopi luwak dan penjemuran
·
Penggilingan
dan pemilihan biji kopi
·
Penyucian
dan penggorengan biji luwak
c.
Daya
Tarik agrowisata
·
Edukasi
tentang kopi luak, proses pembuatan dan penagkaran luak
·
Pemandangan
tempat wisata yang manarik
·
Luak
yang dapat di pegang dan diajak berfoto
d.
Target
market
Target market merupakan kegiatan membagi suatu pasar menjadi
kelompok-kemlompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan dan
karakteristik atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau
buruan pemasaran yang berbeda, diantaranya:
·
Remaja
·
Dewasa
Komentar
Posting Komentar