The
Jakmania
Klub yang tadinya bernama Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ) ini memiliki suporter bernama VIJers di era Hindia Belanda namun setelah kemerdekaan VIJers pun melenyap entah kemana dan VIJ menganti nama menjadi Persija dan bergabung dengan Voetbalbond Batavia en Omstreken (VBO) seiring itu berdirilah kelompok suporter (PFC) Persija Fans Club namun keanggotaannya terbatas pada keluarga pemain dan pengurus Persija serta artis-artis ibukota Jakarta. Melihat sedikitnya suporter Persija serta ditambah ketidak jelasnya kelompok PFC saat itu dan muncullah gagasan ide untuk membentuk suporter pada tahun 1997 dan bernama The Jakarta Mania (Jakmania).
Ide
terbentuknya The Jakmania muncul dari Diza Rasyid
Ali, manager Persija saat itu. Ide ini mendapat dukungan penuh
dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, Sutiyoso
memang sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali
persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.
Pada
awalnya, anggota The Jakmania yang masih berstatus komunitas hanya sekitar 100
orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur
yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok
paling ideal pada saat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin
diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.
Pengurus
The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari
berbentuk huruf J.
Ide ini berasal dari Edi Supatmo,
yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih
dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.
Seiring
dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry
Indrasjarief yang lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas
Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The
Jakmania periode 2001-2003, dan 2003-2005.
Bung
Ferry memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Di bawah kepemimpinan Bung Ferry
yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita JayaThe Jakmania terus menggeliat.
Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang
dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga
Jakarta untuk mau bergabung.
Beruntung,
pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional
Indonesia berlaga jelang Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar
stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7.200 anggota,
dibentuklah Kordinator Wilayah. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005,
untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru
periode 2005-2007 yaitu Hanandiyo
Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang dan Ketua
Umum sekarang ialah Richard Achmad.
Dengan
terus menerusnya bertambah anggota Jakmania yang berasal dari Korwil - korwil
di Jakarta maupun luar Jakarta. Jakmania yang sebelumnya berstatus komunitas
pun mendeklarasikan diri menjadi sebuah organisasi.
Namun
dalam berkembangnya ketenaran Persija maka muncullah kelompok - kelompok fans
baru dan komunitas kelompok fans Persija yang baru tersebut antara lain ialah
Garis Keras, Ultras Persija,Tiger Boys, Orange Street Boys, Jak Kampus,Jak
Angel, Jak Scooter, Jakventure, Jak Online, Jak On Air,Jak School, Jak Central
Java, Jak Jogjakarta, Jak Tanah Pasundan, Jak Sumatera, Timur Orange dan banyak
lagi. Dan demi terjaganya loyalitas serta solidaritas suporter semua komunitas
fans Persija itupun kini bergabung dibawah naungan satu organisasi yaitu The
Jakmania.

Mantap bos
BalasHapusSgngerti
BalasHapus